ASLIDOMINO' ASLIDOMINO' AGEN BERKAHPOKER'

6 Siswa SD jadi korban pencabulan pekerja kebun sekolah di Surabaya

Tukang kebun pencabul bocah.

 

aslidomino – Kasus pelecehan seksual terhadap anak di Surabaya kembali terjadi. Kali ini pelakunya seorang pekerja kebun di salah satu sekolah kawasan Surabaya Barat, Jawa Timur.

Madkur, warga Jalan Bandarejo, Surabaya, itu telah mencabuli enam anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Dari perbuatannya, pria berusia 46 tahun itu harus mendekam di balik jeruji besi hotel prodeo Polrestabes Surabaya, setelah ditangkap polisi dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, yang dipimpin AKP Ruth Yeni, di sinyalir oleh awanQQ

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol I Dewa Gede Juliana menjelaskan, pencabulan dilakukan tersangka pertama kali pada tahun 2015. Korban pertama yakni AP, yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas I. Saat itu korban sedang bermain, tiba-tiba dihampiri oleh pelaku.

“Saat menghampiri korban. Pelaku ini langsung memeluk, dan menciumi korban berulang-ulang, kemudian memegang kemaluan korban,” kata Kompiol I Dewa Gede Juliana, Jumat (8/12).

Dari awal pencabulan itu, ternyata pelaku mengulang perbuatannya hingga korban kelas III. Karena diduga masih ingin melampiaskan nafsunya, tersangka ini kembali melakukan pencabulan lagi.

Kali ini korbannya AN yang masih duduk di bangku SD kelas II, yang dirayu, setelah itu baru dicabuli oleh pelaku. “Pencabulan dilakukan tersangka ini lebih banyak di salah satu ruang sekolah, dengan menunggu saat suasana sekolah sepi,” ujar perwira satu melati di pundak.

Perwira akrab dipanggil I Gede Juliana ini menjelaskan, perbuatan bejat pelaku terungkap setelah korban menceritakan pada orang tuanya. Korban mengaku sering ketakukan kalau masuk sekolah, terutama waktu bertemu dengan tersangka. Pihak keluarga pun langsung melaporkan kasus pencabulan di sekolah itu pihak kepolisian.

“Perbuatan yang terakhir dilakukan tersangka itu pada bulan Oktober dan November 2017. Dari keterangan itu, polisi langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka,” katanya.

Di depan penyidik, tersangka Madkur mengakui pencabulan yang dilakukan itu tidak hanya dua siswa. Namun diperkirakan totalnya ada enam anak yang menjadi korbannya.

Dua yang menjadi korban itu dicabuli selalu diraba, dan dipegang kemaluannya. Setelah selesai melakukannya selalu diberi uang. “Kalau untuk yang empat anak itu hanya saya raba saja. Dan, setiap selesai melakukannya anaknya itu selalu saya beri uang dua ribu rupiah,” aku tersangka.

Tersangka yang sudah mempunyai dua anak itu nekat melakukan pencabulan terhadap anak kecil, itu lantaran setelah melihat paras cantiknya para korban yang dicabuli. Walaupun dirinya sudah sering dilayani oleh istrinya.

“Bagaiamana iya mas, memang saya itu kalau di rumah sering dilayani sama istri. Tapi, karena melihat anaknya itu cantik, iya akhirnya saya selalu ada pikiran kesana (pencabulan),” ujarnya.

Atas perbuatan Madkur yang melakukan kekerasan, pencabulan, pelecehan seksual terhadap anak-anak, polisi menjeratnya dengan Pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23/2002 tentang perlindungan anak. Dia siancam penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda Rp 5 miliar.

DI BACA JUGA BERITA LAINNYA CLICK DI BAWAH INI !!!

Cabuli 2 murid, kepala sekolah di Makassar mengaku khilaf

 

Facebook Comments
Copyrights © 2010. All rights reserved         Content Protection by DMCA.com         Best viewed in 1024 x 768 resolution Kebijakan Privasi