ASLIDOMINO' ASLIDOMINO' AGEN BERKAHPOKER'

Nipah, virus langka yang membunuh 9 orang di India

Nipah, virus langka yang membunuh 9 orang di India

Nipah, virus langka yang membunuh 9 orang di India

 

RAJAIDR – India tengah resah karena serangan sebuah virus langka yang dikenal dengan nama nipah. Virus ini menyebabkan peradangan otak.

Melansir Live Science pada Selasa (22/5/2018), infeksi virus nipah adalah penyakit yang pertama diidentifikasi pada 1999. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), wabah itu terjadi di antara peternak babi di Malaysia dan Singapura.

Virus ini diduga menginfeksi kelelawar buah dari genus Pteropus. Namun, nipah dapat menginfeksi babi serta hewan peliharaan lainnya, hingga manusia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini menyebar dari satu orang ke yang lainnya.

Virus ini dapat menyebabkan peradangan otak yang dikenal sebagai ensefalitis. Gejalanya berupa demam, sakit kepala, mengantuk, disorientasi, dan kebingungan.

Mereka yang terinfeksi bisa terkena koma dalam durasi 48 jam setelah menunjukkan gejala-gejala di atas.

Menurut WHO, virus ini memiliki tingkat kematian rata-rata hingga 75 persen.

 

Kontak dengan kelelawar

 

Infeksi virus nipah di India dan Bangladesh kerap dikaitkan dengan kebiasaan memakan getah kurma mentah yang terkontaminasi oleh kelelawar buah, serta kontak dengan kelelawar.

Belum ada obat untuk mengobati penyakit tersebut dan tidak ada vaksin untuk mencegahnya.

“Kami sekarang berkonsentrasi pada tindakan mencegah penyebaran penyakit semenjak perawatan dan terbatas pada perawatan suportif,” ujar Rajeev Sadanandan, Sekretaris Kesehatan Kerala pada BBC.

Selain tiga kematian di Kerala, wilayah India Selatan diduga ada enam kematian lain akibat terjangkit virus tersebut, demikian dilaporkan BBC.

Sebanyak 25 orang dengan gejala infeksi virus tersebut telah dirawat di rumah sakit.

Facebook Comments
Copyrights © 2010. All rights reserved         Content Protection by DMCA.com         Best viewed in 1024 x 768 resolution Kebijakan Privasi